“Nila.” Kirana mengetuk pintu kamar Nila, karena putrinya tidak kunjung keluar kamar. Matahari sudah terasa menyengat, tetapi tidak ada tanda-tanda Nila akan pergi bekerja. “Nila, Mama masuk.” Tidak mendengar jawaban dari putrinya, Kirana pun membuka pintu kamar dengan perlahan. Ia sedikit terkejut, karena melihat Nila masih berada di tempat tidur dan menutup tubuh dengan selimut. Semalam, Nila memang terlihat lesu ketika pulang dari kantor. Gadis itu hanya meletakkan sebuah paper bag di meja makan dan mengatakan itu adalah pemberian Djiwa. Setelahnya, Nila masuk ke kamar dan beristirahat tanpa banyak bicara. “La, kamu sakit?” tanya Kirana menghampiri dan duduk di tepi tempat tidur. Menyentuh dahi Nila yang masih memejamkan mata, tetapi tidak merasakan perubahan suhu sama sekali. Nila

