“Kenapa belum pulang?” Djiwa berhenti tepat di ujung meja Nila dan melihat jam tangannya. Sejak tadi, ia berada di Master Control Room dan baru kembali ke ruangannya. “Sudah setengah tujuh.” “Tiga kali pesan taksi, tiga kali cancel,” jawab Nila sembari menatap ponselnya yang tergeletak di meja. Arif juga tidak bisa menjemput, karena terjebak macet dan akan memakan waktu lama jika harus pergi ke kantor Nila. “Habis hujan, Pak. Jalanan macet.” “Nggak bawa motor?” “Nggak, Pak,” jawab Nila singkat dan enggan bercerita semua kejadian di balik itu. Untuk sementara, ia tidak mau memikirkan masalah yang kini sedang menghimpitnya. “Tunggu 10 menit lagi,” ujar Djiwa sambil berlalu menuju ruangannya. “Kalau belum dapat juga, nanti saya antar. Kita searah.” “Nggak u—” “10 menit,” potong Djiwa su

