19~SN

1205 Kata

“Mbak Nila, ada tamu di bawah atas nama Julian. Katanya sudah ada janji.” “Oia, tolong suruh tunggu sebentar,” pinta Nila pada resepsionis yang menghubunginya via telepon. Ia menebak, jika tamu tersebut adalah orang suruhan Gavin. “Makasih, Mbak Rachel.” Setelah menutup panggilannya, Nila segera mengeluarkan beberapa helai rambut yang telah dibungkus rapi dalam plastik dari tasnya. Sebelum berangkat bekerja pagi tadi, ia memang sudah menyiapkan semuanya agar tidak perlu repot lagi ketika berada di kantor. “Tolong fotokopi surat ini tiga rangkap sekarang, karena mau saya bawa sebentar lagi,” pinta Djiwa berhenti sebentar untuk meletakkan selembar kertas di meja Nila, lalu kembali berjalan ke ruangannya. “Satu buat arsip kamu. Pake kertas berkop.” Nila hanya bisa mencebik dari balik pung

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN