53~SN

1436 Kata

“A-aku ...” Tatapan Kirana menyapu seluruh pandangan yang kini tertuju padanya. “Ini ... apa maksudnya?” Kirana terkekeh hambar sambil mengusap tengkuknya. Bukannya tidak tahu dengan maksud Gavin, tetapi, Kirana benar-benar syok menghadapi sebuah lamaran yang tidak pernah terduga. Terlebih, Gavin melakukannya di saat mereka mengadakan makan malam dengan keluarga Djiwa. “Pak Gavin ngelamar, Mama,” ucap Nila memperjelas. Ia tahu Kirana mengerti dengan maksud Gavin, mamanya hanya butuh waktu untuk memproses semuanya. Kirana menatap Nila, lalu beralih kembali pada Gavin yang masih memegang kotak cincin yang terbuka, dengan ekspresi penuh harap. Tenggorokannya mendadak terasa kering. Tangannya mengepal di pangkuan, berusaha menstabilkan perasaannya yang mendadak kacau. Kirana, benar-benar t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN