Ian pulang ke rumahnya dengan perasaan marah. Ia bahkan melewatkan makan malam karena sudah tidak berselera lagi. Ia merasakan dejavu seperti ketika ia dijodohkan dengan Resta. Ia menolak berkali-kali, tetapi Resta selalu berkata bahwa mereka tetap akan menikah karena Resta sudah lama menyukainya. Dan pernikahan itu tidak berakhir dengan baik. Ia merasa bersalah pada Resta karena harus menempatkan wanita itu di dalam permainan ibunya. Dan kini, Rosa ingin mengulangi semuanya kembali. Sungguh gila. Wanita bernama Layla itu tampak sangat sepakat untuk menikah dengannya. Ia tak akan mau. Ia sudah lelah menjadi mainan ibunya. "Aku harus ketemu sama papa besok," ujar Ian. Ian berbaring di ranjang Azka lagi. Entah bagaimana, ia masih sangat merindukan Azka--selalu--dan ia merasa jauh lebih ny