"Ra ... kamu ikut enggak ke Korea Selatan itu?" Saat dosen di depan kelas tengah sibuk memaparkan materi, Sisilia sedikit mencondongkan tubuhnya, berbisik tepat di samping Maura yang jemarinya sedang sibuk mencatat. Maura menghentikan ketikannya sebentar, lalu membetulkan letak kacamatanya yang sedikit melorot di pangkal hidung. "Enggak tau, Sil. Biayanya pasti mahal—" "Ah, tapi katanya trip ini wajib buat anak Arsitektur kayal kita, Ra. Angkatan kita harus lihat langsung tata kota dan preseden bangunan di sana," timpal Sisilia dengan nada menyayangkan. Sebenarnya, fokus Maura hari ini agak terbelah. Di dalam benaknya, ia masih terus memikirkan kedatangan Sisilia dan Vino ke apartemen Samudra tadi malam. Beruntung, ia berhasil menyembunyikan diri dengan sangat rapat di dalam kamar sehin

