Bab 15

1770 Kata

"Sam ... cukup. Jangan membuatku harus menanggung hukuman lagi di kampus besok," bisik Maura dengan suara yang nyaris habis. Tubuhnya terasa remuk, lelah luar biasa setelah pergulatan intens yang menguras seluruh tenaganya di atas ranjang king-size itu. Maura memberanikan diri untuk mengutarakan rasa kesalnya meski ada ketakutan yang tetap bersemayam di balik dadanya. Ia tidak ingin dipermalukan lagi di depan ratusan mahasiswa hanya karena hasrat egois pria ini yang tak mengenal waktu. Samudra tetap bergeming, duduk bersandar pada headboard ranjang sembari membaca sebuah buku desain arsitektur seolah tidak baru saja melakukan hal yang beringas. Malam ini, ia tidak benar-benar berniat menghabiskan seluruh sisa energi Maura dan sudah merasa cukup kenyang. "Semuanya akan baik-baik saja, Ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN