Abi berlari sekencang yang ia bisa. Saat sampai beberapa orang yang sepertinya tadi membawa Xylo dan Tayra ke rumah sakit sudah ada di depan UGD. Sang supir terlihat mengucapkan maaf berkali-kali pada Abi. Tapi pikiran Abi tidak di sana. Tak lama dua orang dokter keluar. "Kedua pasien harus dioperasi secepatnya. Keduanya kehilangan banyak darah." Dunia Abi seperti runtuh seketika. Istri dan anaknya. Abi dengan cepat menandatangani surat pernyataan. Tayra dan Xylo kemudian dibawa ke ruang operasi. Begitu pintu tertutup, Abi meluruh ke lantai. Air mata membasahi pipinya. "Bi.." Jun berlari menghampiri sahabatnya itu. Dibantunya Abi berdiri. "Istri sama anak gue, Jun.." ucap Abi disela tangisnya. Jun pun merasa pilu tapi tak bisa berbuat apa-apa. "Tayra dan Xylo pasti bakal b

