Zian tertidur dengan tangan menggenggam tangan sang istri. Setelah tadi menjenguk anaknya ke baby room, ia kembali ke ruang ICU. Zian sebenarnya sudah lelah tapi ia tak mau beranjak meninggalkan Resha sekedar untuk mendapatkan waktu istirahat yang layak. Tangan yang sejak kemarin tak bergerak itu akhirnya bergerak pelan. Zian yang tengah tidur tersentak seketika. Entah ia benar-benar tidur atau hanya sekedar memejamkan matanya. "Re.. Resha. Kamu udah sadar sayang? Aku nggak mimpi kan?" Zian gelagapan. "Re.." Resha membuka matanya perlahan. Ia bicara tapi tak jelas sebab oksigen terpasang dan suara Resha amat sangat lemah. "Sebentar aku panggil dokter.." Zian tak melepaskan genggamannya. Ia menekan-nekan tombol call. "Re, aku di sini. Aku di sini sama kamu. Aku cinta kamu..

