"Aku hamil?" "Iya, sayang. Kamu hamil." Tayra terdiam. Abi menggenggam tangan sang istri. Tampak mata Tayra berkaca-kaca. "Tapi, Bi. Kita--" Abi tersenyum. "Berarti Tuhan percaya sama kita." Tayra tak kuasa menahan rasa harunya. Meski kehamilan ini tidak ada di dalam rencana, tapi Tayra tak bisa bohong kalau dia bahagia. Abi benar. Meski mereka tidak merencakanannya, tapi Tuhan yang memutuskan segalanya. Tayra memeluk sang suami. Abi berikan ciuman di kepala sang istri. "Kamu jangan terlalu banyak pikiran ya. Harus banyak istirahat dan harus banyak makan makanan bergizi. Besok kita ke dokter.." Tayra mengangguk. "Xylo mana?" "Xylo udah tidur. Dia puas banget tadi main sama aunty-aunty dan uncle-unclenya.." Sesaat Tayra teringat pada pertemuannya dan Erika tadi. ... "M

