Bab 42. Senyum Yang Menganggu

1234 Kata

Musim dingin telah tiba, suasana kota yang cukup gelap dengan tumpukan salju yang tebal menjadi pemandangan di Kota Amsterdam saat ini. Hawanya pun sangat dingin, jika keluar tidak menggunakan pakaian tebal pastinya tidak akan betah. Matthias sudah 3 hari ada di sana. Sengaja berangkat awal sebelum melakukan pertemuan dengan kolega kenalan Papanya. Menyiapkan proposal miliknya dengan begitu rapi dan siap untuk diajukan. Mengingat ia pergi sendiri jadi sebisa mungkin menghandle dengan cepat karena Ken—asistennya mengurus perusahaan yang ada di Jakarta. Papanya mengatakan jika kliennya puas dengan proposal miliknya investasi yang diberikan sangatlah besar dan pastinya akan berdampak besar juga pada perusahaan. Matthias tentu sangat bersemangat karena ia suka tantangan. Pertemuan itu diada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN