David mematikan sambungan telepon kemudian menatap sosok pemuda yang baru saja selesai menyapu dalam kos-nya. Pemuda itu kemudian memasukkan ponselnya ke dalam saku celana. "Ayo, saya traktir kamu buku-buku pelajaran. Nanti saya traktir kamu makan juga. Anggap saja ini sebagai ungkapan terima kasih karena sudah membantu saya membersihkan kamar kos saya." Bagaskara baru saja meletakkan sapunya saat mendengar perkataan gurunya itu. "Nggak usah repot-repot, Pak. Nggak perlu pakai traktir buku dan makan segala. Lagi pula aku cuma nyapu kamar bapak yang nggak seberapa besar ini." Bagaskara menolak karena sungkan harus dibelikan buku dan juga makanan. Sementara beberapa hari yang lalu jelas ia baru saja dibelikan handphone mahal oleh gurunya. Jadi, Bagaskara tidak mau mengambil keuntu

