Nenek Sihir

2477 Kata

Kota metropolitan yang selalu identik dengan kemacetan di mana-mana. Jalanan sibuk dipadati kendaraan, suara-suara bising knalpot beradu suara nyaring klakson berisik. Di tengah kemacetan, di bawah terik matahari menyengat, kesabaran mereka diuji. Seperti yang Rania rasakan sekarang, jenuh memandangi padatnya kendaraan dan suara-suara klakson yang membuatnya mendidih seketika. "Masih lama?" tanya Rania, melempar tatapan kesal pada Rehan yang duduk di sampingnya. Tatapan laki-laki itu terfokus ke depan, kedua tangannya berpegang pada stir mobil. "Sedikit lagi," jawab Rehan, menoleh sesaat untuk tersenyum manis pada Rania. Bukannya luluh, tersipu ataupun terpesona. Rania malah makin kesal mendengar jawaban Rehan yang itu-itu saja dari tadi. "Nggak ada jawaban lain selain 'sedikit lagi'? A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN