Rania terbangun ketika suara dering ponsel berbunyi nyaring memekakkan telinga. Setengah hati membuka kelopak mata, di saat rasa kantuk begitu posesif membelenggu dirinya. Tangan Rania terulur menggapai-gapai atas nakas, di mana suara nyaring itu berasal. Menemukan benda pipih yang bergetar, dengan meraba-raba ia menyentuh layar untuk mengangkat panggilan telepon masuk dan mendekatkan ponselnya ke telinga. "Halo———" Suara Rania seketika tenggelam, saat suara serak basah menggoda menyambutnya. Suara yang terdengar sangat familiar di telinga Rania dan langsung ia kenali siapa si pemilik suara tersebut. "Good morning, my prince." Mata Rania langsung berkedut ketika memaksa kelopak matanya terbuka dan menatap penuh pada layar ponsel yang ia genggam. Bukan ponselnya, melainkan ponsel Rehan.

