Rania membeku, bukan karena dinginnya air bathtub yang membungkus tubuh polosnya. Melainkan sentuhan tangan Rehan yang sedang memainkan squishy kenyal miliknya. Belum lagi kecupan-kecupan basah yang mendarat di punggung juga leher Rania, rasanya menggelikan tapi juga membuatnya serasa tegang kembali. Rehan membangkitkan sisi liarnya lagi. Setelah pergulatan panas membakar keringat, keduanya tak memutuskan mandi malah memilih berendam air hangat bersama. Ini ide Rehan sebenarnya dan Rania mau tidak mau mengiyakan. Entah mengapa ia selalu kesulitan menolak permintaan suaminya itu, apa pun akan ia penuhi selagi mampu. Apalagi sekadar berendam bersama, suruh ronde ketiga saja bakal Rania jabani. Meski tubuhnya menolak, karena sudah sangat kelelahan. Mengingat tadi mereka melakukannya dengan s

