"Lantas adakah yang lebih menyayat dari kata pergi? Selain raganya di sisi sedang hatinya tengah mudik bersama kenangan. Kamu, di mana?" ---- Azzam sedang duduk gelisah tepat di samping tempat tidur Rachel. Sudah setengah jam ia menunggu wanita itu sadarkan diri. Sejak jam tujuh pagi, entah sudah berapa kali pihak rumah sakit menghubunginya. Memberikan laporan kalau Rachel mengamuk dan berusaha membahayakan dirinya sendiri. Alissa yang terlihat kesal setengah mati tetap setia mendampingi Azzam. Sementara Ashraf yang berada di sana dengan sengaja menyuntikkan obat penenang agar Rachel bisa berhenti membahayakan dirinya. "Ash, apa yang sebenarnya terjadi?" Azzam benar-benar dibuat penasaran. Ashraf mengembuskan napas dengan kasar. "Aku juga kurang tau bagaimana awalnya. Hanya saja, saa

