"Perlahan sekali, langkah itu pergi. Meninggalkan jejak hati dalam pijakan abadi. Perlahan sekali, tapi langkahnya pasti. Perlahan sekali, kini dia tidak terlihat lagi." ---- Rachel melempar ponselnya ke sembarang arah setelah panggilan yang berulang kali ia tujukan ke Azzam tidak diangkat. Bukan itu saja, seluruh barang-barang yang ada di atas meja rias tak luput dari amukannya. Semua berserakan tak berbentuk di atas lantai. Amukan wanita itu benar-benar menyeramkan. Bahkan seseorang yang dari tadi menemaninya di apartemen ikut bergidik ngeri. "Hentikan perbuatanmu, Chel. Kamu bisa melukai dirimu sendiri!" Rachel menggeram kesal. "Alissa sialan!" pekiknya dengan keras. "Bisa-bisanya jalang itu hamil anak Azzam. Nggak, ini nggak boleh dibiarkan. Kamu harus bantu aku." "Tentu saja it

