Dua hari setelah pertemuan perdana yang menegangkan dan menguras emosi di ruang rapat utama Alzahir Group, Altair mendapati dirinya terjebak dalam atmosfer yang sangat kontras. Pria itu kini berada di sebuah restoran kasual yang terletak di kawasan premium pusat kota. Pencahayaan di dalam restoran sengaja dibuat agak temaram dengan sentuhan lampu kekuningan yang hangat, memantulkan bayangan samar di atas meja-meja kayu terpisah. Suasana malam itu cukup ramai. Bunyi gesekan pisau, denting garpu yang beradu dengan piring porselen, serta gumam obrolan dari para pengunjung lain berbaur menjadi satu, menciptakan latar suara yang jauh lebih santai dan hidup jika dibandingkan dengan keheningan kubikel kantornya yang kaku dan dingin. Namun, ketenangan tempat itu tidak serta-merta menjalar ke dala

