BAB 45

1852 Kata

Enam bulan telah berlalu sejak kepindahan mereka ke Paris. Kota Cahaya itu benar-benar menjadi saksi bisu bagaimana Kaira perlahan memulihkan jiwanya yang sempat hancur. Pagi itu, udara musim semi yang sejuk menerobos masuk melalui celah jendela apartemen mereka yang mewah. Kaira melangkah perlahan, tangannya secara refleks menyangga bagian bawah perutnya yang kini sudah sangat besar. Usia kandungannya telah memasuki bulan kesembilan, membuat gerakannya menjadi terbatas dan sering kali disertai dengan napas yang pendek. Ia sedang sibuk di depan ranjang, mencoba memasukkan beberapa potong pakaian bayi yang baru dibelinya ke dalam koper besar. Hari ini adalah hari keberangkatan mereka kembali ke Indonesia. Ada rasa rindu yang membuncah, namun juga terselip sedikit kecemasan tentang bayang-b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN