BAB 41

1634 Kata

Cahaya lampu temaram di kamar tidur utama kediaman Alzahir memberikan kesan hangat yang kontras dengan gejolak di hati Kaira. Ia sedang merapikan beberapa helai pakaian di atas tempat tidur ketika daun pintu terbuka pelan. Sosok tinggi tegap dengan garis wajah tegas muncul dari balik pintu, membuat Kaira tersentak kecil. “Kenapa Mas ada di sini?” tanya Kaira, suaranya bergetar antara kaget dan lega. Azlan tidak langsung menjawab. Ia melepaskan jam tangan mahalnya, meletakkannya di atas nakas dengan gerakan yang tenang namun pasti. “Jika aku tidak berada di sini, di samping istriku, lalu aku harus ada di mana?” sahutnya pelan. Matanya menatap Kaira lekat sejenak sebelum ia melangkah menuju kamar mandi. Kaira hanya bisa menggelengkan kepala melihat kebiasaan suaminya yang tak pernah berub

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN