Para pengawal yang sedang berjaga di luar pintu merasa serba salah. Mereka tahu Selin merupakan putri dari pemilik perusahaan EINE. Dan saat ini GK sedang mengikat kerjasama dengan perusahaan tersebut. Leebin menghela napas panjang lalu melangkah menuju kembali ke arah tempat tidur. Pandangan matanya tertuju pada bubur di atas meja. Pria itu tahu bubur tersebut pemberian dari istrinya. “Aku yakin Melisa tadi ke sini. Tapi kenapa dia tidak menyapaku?” Gumamnya pada dirinya sendiri. Leebin segera mengambil ponselnya untuk menghubungi Melisa. Melisa sudah tiba di lokasi syuting. Wanita itu sedang bersiap, dia melihat ponselnya berdering. Laisa segera memberikan benda pipih tersebut pada Melisa. “Halo?” Melisa menjawab panggilan dari Leebin. “Bagaimana keadaanmu, masih pusing? Masih nye

