Part 149

2573 Kata

Leebin memeluk tubuh Melisa, pria itu memejamkan kelopak matanya demi menghentikan air mata yang terus jatuh bergulir pada kedua pipinya. Melisa juga memejamkan kedua matanya, sejak tadi wanita itu menempelkan pipinya pada dadanya. Shirt yang Leebin kenakan kini sudah basah kuyup karena air mata Melisa. “Mel?” “Hem?” “Kamu ingat masa-masa saat kita masih tinggal di bangku kuliah?” Leebin menopang kepalanya menggunakan telapak tangan kanannya untuk mencermati ekspresi wajah Melisa. “Tentu saja aku ingat, kamu pria tengil dan sangat menjengkelkan pada waktu itu. Kamu membuatku emosi sepanjang waktu.” Melisa memukul pelan dadanya, di sela linangan air matanya wanita itu mengulum senyum. “Dasar jahat!” Tambahnya lagi. “Em, padahal aku pria yang sangat-sangat-sangat bertanggung jawab di m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN