Melisa cemas sekali, wanita itu khawatir jika sampai Leegone mengadukan semua pembicaraan antara mereka berdua pada Leebin. Melisa tahu betul seperti apa sifat Leebin. Pria yang selalu terlihat cuek namun berhati lembut dan hangat, meski sesekali waktu menunjukkan sifat menyebalkan dan juga keras kepala. “Kampret itu nggak akan ngamuk sama aku kan? Astaga! Kok aku bisa sih tiba-tiba nyerocos tanpa dengar suara dia terlebih dahulu! Malah Bokap-nya yang dengar pula! Aku harus gimana sekarang!” Melisa berjalan mondar-mandir di studio Jimmy. Wanita itu belum kembali dari studio lantaran belum selesai mengurus pekerjaannya. “Melisa?” Tegur Jimmy padanya, dia sejak tadi meninggalkannya ke dalam untuk menyelesaikan pemotretan dengan beberapa modelnya. Kini dia kembali bertanya pada Melisa apa