Sean berjalan menyusuri koridor demi koridor, di salah satu ujung koridor Ken menarik lengannya masuk ke sebuah ruangan. “Dokter Ken.” Tegurnya sambil menatap bingung wajah Ken, Sean tidak mengerti kenapa genggaman tangan Ken begitu erat dan kini malah meremas lengannya. “Apa yang sudah Dokter Sean lakukan pada Direktur? Beginikah cara Dokter membalas kebaikannya? Mengambil alih rumah sakit?” Ken menatap seakan Sean sudah melakukan tindakan melewati batasan. Sean mengangkat kedua tangannya, pria itu tersenyum lembut lalu menarik lepas bingkai kacamatanya. “Aku tidak pernah melakukan apa-apa, Papa sangat baik padaku.” Sean menghela napas panjang. Ken melepaskan genggaman tangannya dari lengan Sean, mendengarkan dengan cermat apa yang dikatakan Sean padanya. “Aku sendiri tidak mengerti,

