Grace menggelengkan kepalanya, dia mengambil langkah mundur menjauh, hingga kedua kakinya terantuk batu lalu jatuh terjembab dan duduk di atas rerumputan depan kediamannya. “Kamu wanita mengerikan! Pergi kamu!” Teriakan Grace membuat Erlin mengukir senyum pada bibirnya. Tomas pun terkejut, dia tidak mengerti kenapa Grace begitu panik bahkan menunjuk-nunjuk wajah Erlin sambil berteriak histeris. Tomas meletakkan peralatan kebun di tanah lalu menyerbu ke arah putrinya. “Grace? Hei? Grace?” Tomas menepuk pipi Grace, pria itu menatap nyalang ke arah Erlin lantaran melihat Erlin kini sedang tersenyum. Pikir Tomas Erlin sudah melukai dan menghina Grace, dia tidak pernah melihat putrinya seperti itu. Tomas merasa Erlin sudah bertindak semena-mena, pria itu mengambil batu lalu memukulkan pada
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari