BAB 28

1614 Kata

"Saya pergi dulu," Andra tidak menggubris ucapan Cempaka. Entah kenapa tapi yang ada di pikirannya adalah soal Agni. Apa Agni marah? Apa yang Agni pikirkan? Cempaka bukan siapa siapa. Ia dengan cepat masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Agni. Keduanya diam. Enif menoleh ke belakang sambil menahan senyum, "Kita berangkat sekarang? Saya antarkan ke apartemen ya?" "Iya pak, terima kasih," Andra mengangguk. Matanya melirik ke arah Agni yang terdiam dan tidak bicara sepatah katapun. Andra menunggu Agni bicara, tapi tidak terucap satu katapun dari mulutnya. Andra kembali melirik Agni. Agni hanya melihat keluar jendela mobil. Apa Agni kesal padaku? Ah, kenapa dengan perempuan tadi? Berani sekali! Andra pun diam. Ingin rasanya segera tiba di apartemen dan membicarakan s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN