BAB 120

1011 Kata

Bastian tidak tahu harus berbuat apa selain mempersiapkan keberangkatan Rania ke Singapura. Calon anaknya harus mendapatkan perawatan kesehatan terbaik. Ia mulai mengatur segalanya, termasuk mencari apartemen di Singapura. Aku tak mungkin minta bantuan sekretarisku untuk mengurus ini semua. Bagaimana kalau dia cerita pada Jayanti? Itu resiko. Mau tidak mau, aku harus mengurus sendiri. Ini merepotkan. Tapi setidaknya, saat Rania sudah ada di Singapura, hidupku lebih tenang. Bastian menghela nafas panjang. Tiba tiba, teleponnya berbunyi. Ada nomor tak dikenal. Siapa ini? Bastian tidak pernah mengangkat nomor tak dikenal, tapi entah kenapa, ia tergelitik untuk mengangkatnya. "Halo." "Ibumu bukanlah ibumu." Telepon pun tertutup. Keningnya berkerut. Setelah papanya, sekarang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN