17. Sang Penolong

1515 Kata

“Ack!!” Viona berteriak tapi sesaat kemudian teriakan itu menghilang. Viona kaget saat tiba-tiba ada yang menariknya dengan kuat dan membungkam mulutnya rapat-rapat. Tubuh Viona membentur dinding yang dingin di belakangnya. Rongga hidungnya mencium aroma wangi seseorang yang tidak asing baginya. Mata Viona membelalak lebar saat dia melihat Leon berdiri di depannya dalam jarak dekat. Ya, jarak yang sangat dekat dengan wajah yang tampak sangat serius sambil membungkam mulutnya kuat-kuat. “Leon. Leon, kenapa dia? Ini—“ Belum selesai Viona bicara dalam hatinya, pintu ruangan terbuka dengan sangat kuat. Tak bisa bergerak, Viona hanya bisa melirik bahkan menahan napasnya takut ketahuan. “Siapa itu?” ucap Dani saat dia masuk ke dalam ruang penyimpanan, tapi dia tidak menemukan orang lain di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN