“Ayo Viona mikir! Aku harus gimana ini!” ucap Viona dalam hati di tengah himpitan kepanikan. Viona memejamkan matanya, menyuruh otaknya berpikir keras menemukan jalan keluar terbaik untuk masuk rumah. Robin sudah datang. Suaminya itu pasti akan marah kalau dia tidak menemukan dirinya di dalam rumah orang tuanya. Leon juga ikut berpikir. Dia akan merasa sangat bersalah jika Viona mendapat masalah dengan Robin karena dirinya. “Sayang, aku anterin kamu ke rumah,” ucap Leon tiba-tiba, siap melepaskan rem tangan mobilnya. “Tunggu!” Cegah Viona sambil memegang tangan Leon, agar tidak melepas rem. Leon menatap Viona dengan tatapan serius. “Aku gak mau kam—“ “Aku turun sendiri.” Viona melepas tas yang dia pakai. “Jangan nekat kamu. Aku gak mau kamu kenapa-napa, Sayang!” tegas Leon yang san

