Tak Ada Pilihan

1949 Kata

Seharian ini terasa seperti neraka di Jehan Enterprise. Rene yang sebelumnya mulai sering tampak ramah dan lembut, tampak selalu marah dan membentak siapa saja. Menyalahkan semua orang. Setiap pegawainya mengkerut acapkali Rene melewati mereka, seperti sebuah buldozer yang siap meratakan apa saja yang ada di hadapannya. Suasana hatinya memang sangat kacau. Rene terkesiap saat dia menyalakan mobil dan hendak menjalankannya, namun tiba-tiba sosok Julian yang menjulang menghadang di hadapannya. Mata gadis itu membulat, geram. Ia tidak mengira lelaki itu berani menghampiri kantornya. “Minggir!!” seru Rene kesal. Julian bersidekap. “Julian! Minggir! Aku tidak akan berpikir panjang untuk menabrakmu!” Lelaki itu membungkuk, meletakkan kedua tangannya di kap mobil Rene. “Do it!” desisnya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN