Buku Kedua : Gudang Ambruk II

1860 Kata

26 Desember 2018 "Hei, Rin. Apa yang terjadi kepadamu? Kenapa kau hanya diam sejak keluar dari kantor?" Ucap Daniel memecah keheningan yang tercipta selama perjalanan dari pusat kota menuju Kota Industri. "Ah, maaf. Aku sepertinya melamun, Daniel. Aku masih mencoba untuk mengerti apa yang sedang terjadi. Aku benar-benar merasa seperti seorang pemula dalam berbisnis setelah masuk secara langsung ke dalam perusahaanku." Jawabku dengan wajah yang murung. Aku tidak menoleh kepada Daniel ketika menjawab dan lebih memilih untuk memerhatikan sekeliling. Sebuah hutan yang luas membentang sepanjang perbatasan antara pusat kota dan Kota Industri, seakan menjadi pembatas antara dua kota yang sama-sama sibuk. Pikiranku masih belum bisa tenang setelah mendengarkan apa yang Ratu katakan. Aku masih be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN