10 Januari 2019 "AKU HARUS BERANI BERTEMU DENGAN PAMAN JULI" Pikirku sambil meminta izin untuk masuk ke dalam ruang interogasi di mana adik kandung dari ayahku ditahan. Sebenarnya tanganku gemetar hebat saat ini, tapi aku harus tetap tegar dan berdiri tegak, karena aku ingin bertemu dan berbicara dengan pamanku yang selama dua tahun ke belakang merawatku dengan sangat baik. Aku sangat benci dengan paman Juli saat ini, tetapi aku masih memiliki rasa iba karena dia yang merawatku sejak ayah tiada. Penjaga ruang interogasi membukakan pintu untukku, dan aku melangkahkan kakiku perlahan mendekati paman Juli. Paman Juli yang awalnya tertunduk, secara perlahan menengadahkan kepalanya dan memandangku dengan tatapan sayu. Ada kesedihan dan penyesalan besar yang tergambar dari matanya. Saat ini se

