Chapter 35. Pernyataan Cinta.

1996 Kata

"Aku sama sekali tidak menyangka kalau Nina sebejat itu, San. Untung saja cepat ketahuan. Kalau tidak, seumur hidup si Seno akan terus dirongrong oleh perempuan tidak tahu malu itu." Bu Astuti membuat ekspresi jijik pada wajahnya. "Yang membuatku tidak habis pikir. Kok dia tega membunuh darah dagingnya sendiri demi mencari aman. Astaghfirullahaladzim. Aku sangat bersyukur kalau pada akhirnya rencana jahatnya itu ketahuan." Bu Astuti membuat gerakan bersyukur dengan tangannya. "Aku juga bersyukur, Tut. Dari awal aku sudah tahu kalau pribadi Nina memang kurang baik. Tapi aku tidak menyangka kalau ia sampai tega melenyapkan darah dagingnya sendiri. Untung saja Fadil datang kemarin, sehingga semuanya menjadi jelas. Begitulah niat jahat, Tut. Sebaik-baiknya menyimpan bangkai, pasti akan ket

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN