Evelyn sadar kesalahannya terlalu besar pada Danil. Tapi ia tidak menyangka waktu tak mengikis perasaan benci lelaki itu padanya. Padahal Evelyn yakin dulu mereka sama memiliki rasa, sekalipun Danil mengatakan jika ia hanya berpura-pura saja, entah mengapa bukan itu yang Evelyn rasakan terhadap sikap Danil dulu. Ia masih merekam bagaimana manisnya hubungan mereka yang terlampau singkat dulu. Tatapan Danil dulu padanya masih ia rekam. Sorot mata lelaki itu padanya dulu terlihat tulus, tidak nampak pura-pura. Danil yang memang tak bisa berperan, atau dia yang tak mau menolak semua kepura-puraan yang Danil berikan. Tapi sesingkat apapun manisnya hubungan mereka dulu, bagi Evelyn hubungan mereka sangat berarti. Senyum Danil yang dulu hanya untuknya selalu ia rekam sebagai penyemangatnya ji