OD | Sentuhan Di Pagi Hari

1077 Kata

Mendengar ucapan Dewa tentu saja membuat kedua pipi Alena memerah. Selama ini dia memang tidak pernah dekat dengan seorang pria. Dan dia akan dengan mudah tersipu mendengar pujian atau gombalan yang Dewa lontarkan. Karena hanya pria itu yang saat ini terang-terangan berani menunjukkan ketertarikannya. "Ke-Kenapa Om Dewa masih di sini?" tanya Alena hati-hati. "Kamu mengusir saya?" Dewa balik bertanya dengan sebelah alisnya yang terangkat naik. "Bu-Bukan gitu, Om." timpal Alena gelagapan. "Lalu?" tanya Dewa lagi dengan ekspresi yang masih sama. "Bi-Biasanya jam segini Om Dewa udah siap pakai baju kantor." kata Alena yang terlihat gugup ditatap seperti itu. Dewa mengangguk paham dan mengulum senyum. Berpikir jika Alena begitu perhatian padanya sampai tau kebiasaannya. "Hari ini saya li

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN