Jantung Alena berdegup kencang saat Dewa menaikkan cup bra yang dia kenakan. Membuat pria itu dapat melihat kedua da-danya yang tak berpenghalang. Dewa menyadari gesture tubuh Alena yang merasa tidak nyaman. Namun pria itu tak mempermasalahkannya. Fokusnya saat ini ada pada gundukan kenyal yang dihiasi tonjolan merah muda di ujungnya. Dewa menelan ludahnya kasar. Jika dipikir-pikir, sudah sering dia melihat benda itu saat masih menikah dulu. Namun entah mengapa kali ini terasa berbeda. Dewa sangat terpukau dengan kedua bukit kembar Alena yang terlihat indah di matanya. Melihat netra gelap Dewa terus menatap ke arah da-danya yang polos, membuat Alena semakin dirundung gelisah. Dia menggerakkan tangannya hendak menutupinya. Namun dengan sigap Dewa menahannya. "Jangan ditutup. Biarkan say

