"Kau terlalu tegang, Honey. Tapi aku suka milikmu yang tegang," bisik Shanna menggoda, sengaja mendekatkan bibirnya ke telinga Jagad. Aroma parfum musk yang menyengat seketika memenuhi udara. "Dunia bisnis bisa menunggu. Tapi aku tidak suka menunggu." Siang itu, Shanna Adrian datang tiba-tiba dan tanpa malu duduk di tepi meja kerja Jagad, menyilangkan kaki jenjangnya hingga rok merahnya tersingkap tinggi menampakkan paha mulusnya berharap Jagad akan tertarik. Jari telunjuknya yang berkuteks merah darah menelusuri dasi sutra Jagad, perlahan turun ke kancing kemeja pria itu. Rumi sempat berpikir semua baju wanita ini berwarna merah, tidak punya warna lain. "Ayolah, J, aku kedinginan di Moskow," bisik Shanna, sengaja mengabaikan keberadaan orang ketiga di ruangan itu, “aku butuh kamu untuk

