Kenny sampai di sebuah penginapan yang sengaja dia sewa untuk memberi kejutan kepada Kirei. Mobilnya dia parkirkan di pekarangan depan penginapan. Nyaris mirip seperti rumah, teras kiri bagian depannya dipenuhi oleh bunga bermekaran sedangkan bagian kanan dijadikan tempat parkir kendaraan. "Maafkan aku, Rei." Kenny langsung masuk ke penginapan tanpa permisi. Senyuman Kenny semakin lebar saat mendapati pintu sengaja tidak dikunci. Semua gelap, hanya ada pencahayaan dari bintang dan bulan dari atas. Kenny mencari-cari di mana letak sakelar utama di penginapan ini. Tapi nihil, Kenny tak kunjung menemukannya. Grep... Jantung Kenny hampir copot saat ada yang memeluknya secara tiba-tiba dari belakang. Untung saja Kenny langsung mengetahui siapa pemilik tangan mungil yang memeluk perutnya. "