“MAS ADNAN! KENAPA BADAN AKU BANYAK TATONYAAAA!!” Brak!! Suara pintu kamar mandi yang Cinta banting semakin membuat nyali Adnan menciut. Pria yang biasanya tampil memukau dihadapan para lawan jenis itu, kini mengkerut takut dengan memeluk guling di atas salah satu wahana permainan panas mereka. “Jelasin! Apa ini, Mr. Adnan?!” Cinta mendelik hebat. Memelototi tersangka yang telah menjadikan tubuhnya sebagai media pengecapan bibir. “Tato tradisional macem apa ini? Jelek!! Nggak berseni sama sekali, Bambang!” amuk Cinta, menggelegar. Pagi ini ia bagai jatuh lalu tertimpa tangga. Tangga berjalan pula! Bayangkan saja! Ia terjaga dipagi buta karena seseorang tampaknya kehilangan kewarasannya. Nyawanya yang masih berkelana akibat rasa lelah, tiba-tiba saja ditarik secara paksa. Nyawa itu

