Candra langsung menemui Nana pagi harinya di hotel. Nana sementara menginap di hotel untuk menghindari Santi dan bibinya yang akan menemuinya pagi hari. “Mas, ini gimana? Kenapa ada temannya bibi?” ucap Nana. “Kamu tenang, Sayang, kita harus pergi dari sini sekarang. Bibimu tadi pagi-pagi sekali sudah pergi, mungkin akan melacak keberadaanmu di apartemen yang kemarin aku sewakan untukmu,” ucap Candra. “Mas, kita mau ke mana?” tanya Nana. “Sudah ikut saja, kita berangkat sekarang. Jangan khawatir, ya? Semua akan baik-baik saja, sudah jangan nangis.” Candra membawa Nana ke dalam pelukannya, dia mencium puncak kepala Nana cukup lama. “Maafkan aku, Na. Aku sudah membawamu masuk ke duniaku. Maafkan aku, karena aku egois, aku sangat menginginkan kamu. Andai aku bisa memilih, aku lebih memil

