Candra baru saja pulang dari kantor. Dia melempar jasnya ke sofa dan menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidurnya. Rasanya sudah tidak ada semangat lagi hidup Candra sekarang. Setiap hari dia selalu seperti itu, diam, melamun, murung, dan terus mengingat semua tentang Nana. Namun, dia tidak pernah melupakan kedua anaknya yang sangat ia sayangi. Candra masih tetap menjadi ayah yang terbaik untuk anak-anaknya, meski setiap harinya dia sering mendiami Ayu, dan selama enam bulan setelah Nana pergi, dia sama sekali tidak menyentuh istrinya meski tidur satu kamar dan setiap harinya bersama Ayu. Ayu melihat Candra yang sedang merebahkan diri di atas tempat tidurnya, dan masih mengenakan baju kerjanya. Sepatu Candra pun masih melekat di kakinya. Ayu tersenyum getir melihat suaminya yang seperti

