"Kamu yakin ingin melakukannya?" Aku bertanya pada Mona. Sungguh aku tidak tega melihatnya menusukkan jarum pada tubuhnya karena harapan ingin memiliki keturunan. "Aku mau mencobanya. Aku yakin Tio," ucap Mona. Akhirnya dengan berat hati kuijinkan Mona melakukannya. Setelah itu kami beranjak lagi menuju tempat tidur. Kami tidur dengan berpelukan, Mona menggunakan lengan tangan kananku sebagai bantalnya. "Tio ...." Mona memanggilku. "Hemmm," gumamku, mataku sudah mulai mengantuk, aku menjawab panggilannya tanpa membuka mata. "Jika cara ini juga tidak berhasil, aku akan menggunakan cara bayi tabung." Mataku langsung terbuka mendengar penuturan Mona. "Jika bayi tabung pun tidak berhasil kita akan menyewa orang yang mau mengandung anak kita," ucap Mona lagi disertai lelehan air mata.

