"Tio ... peluk aku!" Aku mendengar suara Mona di dekat telingaku dan juga merasakan guncangan di badanku. Setengah sadar kupaksa mataku terbuka. "Kenapa? kamu tidak bisa tidur?" tanyaku dengan mata yang masih terpejam. Rasanya mataku enggan terbuka. "Perutku sakit, baby ini trus saja bergerak-gerak di dalam sana." "Apa kamu sudah mau melahirkan?" sontak aku langsung terbangun dan terduduk. Usia kandungan Mona memang sudah memasuki trimester ketiga, tinggal menunggu hari calon bayi kami akan lahir. "Tidak Tio," ucapnya sambil memegang tanganku menangkan diriku yang menegang. "Aku hanya tidak bisa tidur dengan nyenyak," ujarnya lagi. Akhirnya aku rebahan lagi di sampingnya, kemudian memeluknya. Kuelus-elus pinggangnya, katanya orang hamil pinggangnya selalu pegal pasti akan nyaman

