Episode 21. “Raa..” “Iya, Ma. Kenapa?” “Kayla nggak turun sarapan? Kok Mama lihat akhir-akhir Kayla kayak nggak semangat gitu?” Ravina tersenyum tipis. “Raa lihat ke atas dulu. mungkin lagi pusing sama permintaan klien, Ma. Lagi musim nikah, jadi ya gitu lah.” “Hm. Coba tanyain. Mama kemarin nanyain dijawabnya nggak apa-apa aja.” Ravina mengusap lengan ibunya itu. Ia meninggalkan meja makan, menghampiri sang kembaran ke kamar. Ravina mengetuk pintu kamar beberapa kali, kemudian masuk setelah mendapat izin dari pemilik ruangan. Kayla tengah bergelung di balik selimutnya. Sudah hampir jam 9, tapi Kayla masih di atas tempat tidur. “Kay, lo sakit?” Ravina meraba dahi Kayla. “Nggak panas.” “Gue nggak sakit, Raa.” “Terus lo kenapa?” “Gue nggak kenapa-kenapa.” “Mama nanyai

