“Mas nggak jadi nyusul temen Mas?” Kayla menatap Hasya. Mereka bersiap meninggalkan kafe. “Nggak, capek..” Hasya beralasan. Kayla tak tahu saja kalau sejak awal Hasya memang tidak berniat untuk bermain lagi bersama Jinny dan Alifa. “Terus temen Mas tadi?” “Nggak apa-apa.” Hasya memberi pesan pada temannya untuk menyampaikan permintaan maaf pada Jinny dan Alifa. Ia dan Kayla benar-benar berlalu. “Mas Hasya deket ya sama semua temen sekolahnya dulu?” Hasya menyalakan mobilnya, bersiap untuk memutar mobil keluar dari parkiran. Pria itu menggunakan satu tangan, pandangannya fokus ke belakang. Kayla refleks menahan napas saat posisi Hasya berada agak dekat dengannya. Belum lagi gestur yang sedang Hasya buat adalah gestur yang biasanya hanya Kayla lihat di drama dan film. Hasya meman

