Kayla melebarkan senyumnya. Ia tak ingin Hasya tahu tentang kegundahan hatinya. Gadis itu melambaikan tangan, menghampiri Hasya yang sudah sampai lebih dulu. "Maaf ya Mas, tadi agak macet," ucap Kayla beralasan. Padahal sebenarnya ia tengah berusaha menyamarkan bakas menangis pada wajahnya. Kayla hanya bisa berharap Hasya tidak melihatnya. "Mas udah pesan. Kayla pasti laper. Ini semua kesukaan Kayla.." Kayla memandangi meja yang sudah diisi dengan makanan. Ia menarik napas dalam kemudian menatap Hasya dan mengucapkan terima kasih. "Ayo makan.." "Hm.." Keduanya makan dengan keadaan yang tenang disertai obrolan-obrolan ringan. Hasya tidak menunjukkan indikasi kalau ia mengetahui ada yang tidak beres dengan Kayla. Mungkin memang tidak mudah untuk Hasya bisa membaca kalau Kayla sed

