"Aw!" Arya tak sengaja menyenggol sudut nakas, ketika hendak meletakkan jas yang dia pakai saat akad nikah tadi. Lelaki itu mengusap lututnya yang nyeri, lalu dengan gugup menatap sekeliling ruangan. Tak tampak sosok Tiara di kamar. Entah di mana istrinya berada. Bahkan setelah acara selesai, wanita itu langsung masuk dan meninggalkannya. "Tiara?" Arya memanggil dengan lembut. Sekalipun mereka menikah dengan terpaksa, tetapi lelaki itu sudah menaruh hati kepada istrinya sejak awal berjumpa. Sehingga dia berharap perasaan itu akan terbalas. "Halo?" Arya mencoba memanggil lagi. Pandangan matanya berkeliling menatap ruangan sempit itu. Kamar yang akan dia tempati beberapa hari ini. Tadinya mereka akan pulang ke rumah orang tuanya, tetapi Tiara menolak. "Tiara keman ya, Bu?" tanya Ary

