“Apa Rara Aurora akan lo biarin gitu aja, Rin?” tanya Tiara seraya melahap batagor pesanannya. Sirin menganggukkan kepala. “Iya,” jawabnya. “Dia ngaku-ngaku deket sama Pandu, Rin. Lo nggak cemburu atau kesel gitu?” Sirin menghela napas dalam seraya menyantap gado-gado pesanannya. “Well, awalnya memang gue marah dan kesel lihat kelakuan Rara. Kayak yang muak banget gitu loh. Tapi, kayaknya gue bakal ikutan gila kalau misal gue ladenin. Jadi, biarin aja dulu untuk sekarang,” ucapnya. “Cuma, misal nanti sudah kelewatan, baru deh, pikirin enaknya diapain tuh orang.” Tiara menganggukkan kepala. “Kabarin aja misal lo mau ngapa-ngapain Rara. Gue mau ikutan nonton. Pasti seru,” katanya seraya terkekeh. “Lo pikir nontonan apa?” “Kan hiburan, Rin.” Ponsel milik Sirin yang berada di atas me