Bab 21. Terbuai

1028 Kata

Anehnya, Dinda merasa jengah saat nama Edith disinggung, apalagi melihat wajah Dandy berubah sendu, tapi dia harus menanggapi. “Apa dia mengaku akan pergi ke Inggris?” “Aku nggak menyinggung soal itu.” “Oh,” desah Dinda. “Aku bertemu dia tanpa janji di kantin. Dia duduk dengan Cesa. Aku menyapanya sebentar dan pergi. Aku tau mereka pasti sedang membicarakan tentang rencana keberangkatan ke London, aku melihat Cesa memegang brosur tujuan wisata di sana. Aku menjauh dan membeli kopi, lalu ke luar dari café. Nggak lama kemudian, Edith menyusulku dan bertanya kenapa aku bersikap dingin.” Dinda tertegun mendengar cerita Dandy. “Lalu apa katamu?” “Aku hanya bilang sibuk dengan kerja dan harus memikirkan skripsi, aku bersikap biasa meskipun aku yang sebenarnya sudah mati rasa.” “Sebaiknya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN