Bab 50. Aku Janji

1015 Kata

Keduanya sama-sama mengangkang menghadap ke kamera, Dandy yang langsung memegang miliknya yang tegang dan mengurutnya sambil tersenyum menyeringai, dan Dinda yang memainkan miliknya yang basah dengan jari-jemari lentiknya. “Kangen kamu, Dinda,” ujar Dandy, melenguh menatap sayu wajah dan sekujur tubuh polos Dinda yang juga sedang memainkan miliknya. “Aku kangen kamu, Dan. Hmmm … oooh, kangen tanganmu, anumu hmmm, aku ingin kamu masukin, gesekin aku.” Dinda sudah dikuasai kenikmatan, tubuhnya bergetar dan sesekali menggeliat, dia merengek saat menatap kamera, memperhatikan sekujur tubuh Dandy, sambil membayangkan tubuh gagah itu menindihnya. “Cantik kamu, Sayang. Aku rindu aroma milikmu yang manis, hmmm. Oooh.” Dandy menatap Dinda penuh kerinduan. “Akh, Dandy. Tanganmu lebih kuat, a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN